TEKSTUR TANAH
(Laporan Kolektif Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah)
Oleh
Kelompok 5
Nico Irvan Pradana (1014121139)
Restu Yassin (1014121150)
Rudianto Butar-butar (1014121163)
Shintya Wulandari (1014121170)
Sri Nur Arifta Oktavia Irwani (1014121174)
Tety Maryenti (1014121179)
)
LABORATORIUM ILMU TANAH
JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2011
LEMBAR PENGESAHAN
Judul Praktikum : Tekstur Tanah
Tanggal Praktikum : 29 Oktober 2011
Tempat Praktikum : Laboratorium Ilmu Tanah
Nama : Nico Irvan Pradana (1014121139)
Restu Yassin (1014121150)
Rudianto Butar-butar (1014121163)
Shintya Wulandari (1014121170)
Sri Nur Arifta Oktavia Irwani (1014121174)
Tety Maryenti (1014121179)
Jurusan : Agroteknologi
Kelompok : 5 (Lima)
Bandar Lampung, 19 November 2011
Mengetahui,
Asisten
Yurres Satrio Wibowo
0814013236
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun atas mineral dan bahan organik. Tanah sangat berperan dalam kehidupan makhluk hidup di bumi, karena tanah membantu pertumbuhan tumbuhan dengan menyediakan hara, air, dan unsur-unsur yang diperlukan tumbuhan untuk tumbuh dan dapat juga sebagai penopang akar bagi tumbuhan.
Di dalam tanah terdapat struktur tanah. Stuktur tanah adalah susunan relative dari tiga ukuran zarah tanah, yaitu pasir berukuran 2mm-5mm, debu berukuran 50-2mm dan liat berukuran < 2mm. Pembagian ini berdasarkan ukuran partikel ketiga jenis tanah tersebut. Pasir memiliki ukuran partikel paling besar sedangkan lempung memiliki ukuran partikel yang paling kecil diantara ketiga ukuran zarah tanah.
Tekstur tanah merupakan gambaran tingkat kekasaran atau kehalusan bahan mineral yang menyusun tanah. Tekstur tanah juga sering berhubungan dengan permeabilitas, daya tahan memegang air, aerase, dapat pula sebagai kapasitastukar kation serta kesuburan tanah. Walaupun faktor-faktor lainnya dapat mengubah hubungan tersebut. Dalam klasifikasi tanah (taksonomi tanah) tingkat famili, kasar halusnya ditunjukkan dalam sebaran besar butir (partcle size distribution) yang merupakan penyederhanaan dari kelas tekstur tanah dengan memperhatikan pula fraksi tanah yang lebih besar atau kasar dari pasir. Untuk dapat lebih memahami dan jua mengerti tentang tekstur tanah, maka dilakukanlah praktikum mengenai tekstur tanah.
1.2 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah
1. Mengetahui cara penetapan tekstur tanah secara garis besar
2. Mengetahui kelas-kelas tekstur tanah
3. Mengetahui kelas-kelas tekstur tanah
4. Menentukan tekstur dari contoh tanah dengan menggunkan segitiga tekstur
II. TINJAUAN PUSTAKA
Tekstur tanah menunjukkan kasar atau halusnya suatu tanah. Terdapat perbedaan penting lainnya antara pasir, dan liat pada beberapa tanah yang dihubungkan dengan kemampuan tanah tertentu untuk menyediakan elemen-elemen tanaman yang esensial (kesuburan tanah). Pada umumnya unsur hara yang esensial dan dapat tersedia sebagai partikel debu, area permukaan per gram nya lebih besar dari pada pasir, yang menyebabkan tanah lebih subur dari pada tanah berpasir. Hukum stokes menghubungkan kecepatan penurunan sebatas dari suatu bola yang lunak dan kasar dalam suatu cairan yang kental yang diketahui densitas dan viskositas terhadap diameternya jika dicoba pada kekuatan lapanga yang diketahui (Foth, 1991).
Besar partikel tanah relatif sangat kecil, diistilahkan dengan tekstur. Tekstur menunjukkan sifat halus atau kasar butiran-butiran tanah lebih khas lagi tekstur ditentukan oleh perimbangan kandungan anatara pasir, liat, dan debu yang terdapat dalam tanah. Suatu gumpal tanah dapat tersusun atau tiedak hanya oleh satu macam tekstur sendiri. Langkah pertama untuk menentukan tekstur tanah yaitu dengan cara menganalisis fraksi-fraksi tanah tersebut. Liat adalah fraksi yang berpengaruh terhadapa campuran fraksi lain. Untuk menentukan tekstur tanah, USDA telah membuat suatu diagram bidang yang berfungsi membantu membandingkan persentasenya (Suryatna, 1989).
Tekstur tanah merupakan salah satu sifat tanah yang sangat menentukan kemampuan tanah untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Tekstur tanah akan memepengaruhi kemampuan tanah untuk menyimpan dan menghantarkan air, menmyimpan dan menyediakan unsur hara bagi tanaman. Tanah bertekstur pasir, yaitu tanah dengan kandungan pasir > 70%, porositasnya rendah <40 aerasinya="aerasinya" air="air" akan="akan" baik="baik" berukuran="berukuran" besar="besar" br="br" cepat="cepat" daya="daya" hantar="hantar" haranya="haranya" kemampuan="kemampuan" menyimpan="menyimpan" pori="pori" rendah="rendah" ruang="ruang" sebagian="sebagian" sehungga="sehungga" slami="slami" tetapi="tetapi" zat="zat">
Tekstur tanah menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah yang dinyatakan dalam perbandingan proporsi relative antara fraksi dasar berdiamater 2.00-0.20 mm/2000-200 mikrometer, debu berdiamater 0.20-0.002 mm atau 200-2 mikrometer dan liat berdiamater <2 .="." 2="2" atas="atas" bebatuan="bebatuan" berukuran="berukuran" br="br" dan="dan" di="di" fraksi="fraksi" kecil="kecil" krikil="krikil" mm="mm" oth="oth" partikel="partikel" sebagai="sebagai" seperti="seperti" tanah="tanah" tergolong="tergolong" tidak="tidak">
Fraksi pasir umumnya didominasi oleh mineral kuarsa yang sangat tahan terhadap pelapukan. Sedangkan fraksi debu biasanya berasal dari mineral feidspar dan mika yang cepat lapuk. Pada saat pelapukannya akan membebaslan sejumlah hara, sehingga tanah bertekstru debu umumnya lebih subur ketimbang yang bertekstur pasir (Darmawijaya, 1990).
Untuk menentukan tekstur tanah, USDA telah membuat suatu perbandingan dengan menggunakan diagram untuk membandingkan persentase fraksi liat, debu, dan pasir. Diagram tersebut dinamakan segitiga tekstur tanah. Segitiga tersebut adalah segitiga sama sisi dengan titik puncak liat. Kemudian titik sudut adalah debu dan pasir. Titik-titik fraksi tersebut adalah titik kedudukan 100% fraksi yang bersangkutan (Munir,1996).
Tanah liat juga dapat disebut tanah berat karena sulit diolah. Tanah berlempung, tanah dengan proporsi pasir, debu, dan liat sedemikian rupa sehingga sifat tanahnya berada diantara tanah berpasir dan berliat. Ujadi aerasi dan tata udara cukup baik. Kemampuan menyimpan dan menyediakan air untuk tanaman tinggi. Mineral liat merupakan kristalyang terdiri dari susunan silika tetrahedral dan oktahedral. Di dalam tanah selain mineral liat, muatan negatif juga berasal dari bahan organik. Muatan negatif ini berasal dari ionisasi hidrogen pada gugusan hidroksil atau penolik (Islami dan Utomo,1995)
III. TUNJAUAN PUSTAKA
3.1 Alat dan Bahan
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah
• Air
• Timbangan
• Erlenmeyer
• Pengaduk listrik
• Hydrometer
• Stopwatch
• Termometer
• Gelas ukur
• Tabung sedimentasi
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah
Tanah
Tanah kering lolos ayakan 2mm
Na-heksametafosfat 5%
3.2 Cara Kerja
Prosedur Kerja I (Di lapang)
Massa tanah kering atau lembab
• Dibasahi secukupnya
• Dipijat diantara ibu jari dan telunjuk
• Dibentuk menjadi bola lembab
Tanah kasar dan licin
• Diperhatikan
• Dirasakan
Bola tanah yang lembab
• Digulung-gulung
• Diamati daya tahan terhadap tekanan dan kelekatan
Bola tanah
Hasil Pengamatan
Prosedur Kerja II (Di Laboratorium)
Tanah
• Ditimbang 50 gram
• Dimasukkan ke erlenmeyer
• Ditambahkan 100 ml calgon
• Dikocok
• Dibiarkan 10 menit
Suspensi tanah
• Dimasukkan ke dalam gelas
• Ditambahkan 400 ml aquades
• Dikocok selama 5 menit
Suspensi tanah
• Dipindahkan ke dalam gelas ukur1000 ml
• Ditambahkan air
• Diaduk selama 2 menit
Alat pengaduk
• Diangkat
Stopwatch
• Dinyalakan
•
Hidrometer
• Dimasukkan sekitar 20 detik
• Angka dibaca stelah 40 detik
• Alat dicuci
• Dibaca suhunya dengan termometer (T1)
Suspensi tanah
• Dibiarkan selama 2 jam
• Dimasukkan hidrometer kedalamnya
• Dibaca sebagai pembacaan kedua
Hidrometer
• Diangkat
• Diukur suhunya (T2)
Suspensi tanah
• Ditentukan tekstur melalui segitiga tekstur
IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penetapan Tekstur Tanah Di Lapang (Kualitatif)
Jenis Tanah Ulangan Rasa dan Sifat Tanah Tekstur Tanah
Tanah bagian atas (T1) 1 Rasa agak jelas, membentuk bola agak keras, mudah hancur serta melekat Lempung berpasir
Tanah bagian atas (T2) 2 Rasa kasar agak jelas, bola agak keras bentuknya, mudah hancur dan melekat. Lempung berpasir
Tanah bagian bawah (T1) 1 Rasa licin agak kasar, membentuk bola dalam keadaan kering, sukar dipijat, mudah digulung, serta melekat sekali Liat berpasir
Tanah bagian bawah (T1) 1 Rasa berat, membentuk bola baik, serta melekat sekali. Liat
4.2 Hasil Penetapan Tekstur Tanah Di Laboratorium (Kuantitatif)
Jenis tanah Ulangan Persentase Tekstur tanah
pasir debu liat
Tanah tempat pertama (T1) 1 46 22 32 Lempung berliat
Tanah tempat kedua (T2) 1 69 14 17 Lempung berpasir
4.3 Pembahasan
Hasil penetapan tekstur tanah di lapang, didapat tekstur tanah bagian atas yaitu lempung berpasir dengan ciri-ciri rasa agak jelas, membentuk bola agak keras, mudah hancur serta melekat. Tekstur tanah bagian atas t2 pada ulangan 2 didapatkan hasil yang sama pada teksturnya yaitu lempung berpasir.
Sedangkan pada bagian bawah t1 ulangan 1, didapatkan hasil yaitu liat berpasir dengan ciri-cirinya yaitu rasa licin agak kasar, membentuk bola dalam keadaan kering, sukar dipijat, mudah digulung, serta melekat sekali, sedangkan pada bagian bawah (t2) ulangan 2 didapatkan tekstur liat, dengan ciri-cirinya rasa berat, membentuk bola baik, serta melekat sekali.
Hasil penetapan tekstur tanah di laboratorium yaitu pasir 46%, debu 22%, dan liat 32%, sehingga didapatkan tekstur tanahnya yaitu lempung berliat. Pada t2 hasil persentase didapat yaitu pasir 69%, debu 14%, dan liat 17%, sehingga tekstur yang didapat adalah lempung berpasir.
Jadi penetapan tekstur di lapang yaitu lempung berpasir, lempung berpasir, liat berpasir, liat, sedangkan pada tekstur di laboratorium yaitu lempung berliat dan lempung berpasir.
V. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang telah didapatkan dari pelaksanaan praktikum ini adalah
1. Penetapan contoh tanah dapat dilakukan dengan 2 metode, yaitu metode kuantitatif, dan metode kualitatif
2. Tekstur tanah pada contoh tanah di laboeratorium yaitu lempung berliat dan lempung berpasir
3. Tekstur tanah pada contoh di lapang yaitu lempung berpasir, lempung berpassir, liat berpasir, dan liat.
4. Semakin kecil ukuran partikel maka luas permukaannya semakin besar. Jadi luas permukaan fraksi liat>fraksi debu>fraksi pasir.
DAFTAR PUSTAKA
Darmawijaya,M.1990. Klasifikasi Tanah. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Henry, Foth. D.1991. DDIT Edisi Ketujuh. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Henry, Foth. D.1998. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Islami titiek dan utama, Wadi hadi.1995. Hubungan Tanah,Air, dan Tanaman. Malang :IKIP Semarang Press
Munir,M.1996. Tanah-Tanah Utama Indonesia. PT dunia Pustaka Jaya :jakarta
Rafi Suryatna.1995. Ilmu tanah. Bandung : Angkasa.
LAMPIRAN
PERTANYAAN
1. Apakah fungsi dari larutan calgon (Na-heksametafosfat 5%) yang digunakan pada penetapan tekstur dengan metode hidrometer?
2. Jika suatu tanah memiliki persentase pasir 40%, liat 23%, debu 37%, apakah teksturnya> gunakan segitiga tekstur!
Jawab
1. larutan calgon berfungsi untuk mendispersikan partikel tanah agar memisah
2. Teksturnya adalah lempung
PERHITUNGAN
1. Perhitungan tanah untuk tempat yang pertama
H1= 22
H2=12
BK=45.6 Gram
FK=2.52
%debu+%liat =
=
= 54%
%liat =
=
= 32%
%debu = (%debu+%liat)-%liat
= 54%-32%
= 22%
%pasir = 100%-(%debu+%liat)
=100%-22%
= 46%
1. Perhitungan tanah untuk tempat yang kedua
H1= 11
H2=5
BK=45.6 Gram
FK=2.52
%debu+%liat =
=
= 31%
%liat =
=
= 17%
%debu = (%debu+%liat)-%liat
= 31%-17%
= 14%
%pasir = 100%-(%debu+%liat)
=100%-31%
= 69%
2>40>









0 komentar:
Posting Komentar
Please leave your comment and join this site :D 감사합니다. no spam please :DD