SIMULASI PENGENDALIAN WALANG SANGIT MELALUI PENGENDALIAN GULMA
(Laporan Praktikum Hama Penting Tanaman)
Oleh
Tety Maryenti
1014121179
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2012
• HASIL PENGAMATAN
Pengolahan tanah ke (X) Jumlah kacang hijau yang terambil ( butir) Sisa kacang hijau (Y) Persen kacanghijau yang terambil
1 1203 3025 28,45 %
2 666 2359 15,75 %
3 390 1969 9,22 %
4 340 1629 8,04 %
5 268 1361 6,34 %
6 241 1120 5,70 %
Total 3108
• GRAFIK PERSAMAAN REGRESI
• PERTANYAAN
1. Berdasarkan persamaan regresi yang anda dapatkan berapa kalikah pengolahan tanah dilakukan agar benih yang tersisa mendekati nol?
2. Apakah pengolahan tanah yang menyebabkan benih mendekati nol tersebut efisien?
3. Menurutandasebaiknyapengolahantanahdilakukanberapakali ?mengapa
• PEMBAHASAN
Melalui data dari praktikum yang telah dilakukan, didapatkan jumlah kacang hijau yang terambil dari ke-6 pengolahan tanah (X) adalah 241 butir, dan sisa kacang hijau yang terambil setelah dilakukan pengulangan sebanyak 6 kali adalah 1120 butir kacang hijau. Sehingga jumlah kacang hijau secara keseluruhan adalah 4228 butir. Sisa kacang hijau pada pengolahan pertama adalah 3025 butir, jumlah ini diperoleh dari jumlah kacang hijau secara keseluruhan dikurangi dengan jumlah kacang hijau yang terambil pada pengolahan ke-1. Jika diuraikan dengan angka sebagai berikut :
4228-1203= 3025 buti
Perhitungan untuk sisa kacang hijau pada pengolahan ke-2 adalah 2359 butir, jumlah ini diperoleh dari jumlah sisa kacang hijau pengolahan tanah ke-1 dikurangi dengan jumlah kacanghijau yang terambil padapengolahan ke-2.Perhitungan sisa kacang hijau ini dilakukan sampai pada pengolahan ke -6 dengan cara yang sama. Jika diuraikan dengan angka sebagai berikut :
3025-666=2359, dan selanjutnya perhitungan didapatkan dengan cara yang sama.
Cara yang dilakukan untuk menghitung persentase kacang hijau yang terambil dilakukan dengan membagikan jumlah kacang hijau yang terambil padapengolahan ke-1 dengan jumlah kacang hijau secara keseluruhan, yang kemudian dikalikan dengan 100%.
Pada pengolahan ke-1, jumlah kacang hijau yang terambil yaitu 1203 kemudian dibagi dengan jumlah kacang hijau secara keseluruhan yaitu 4228, kemudian dikalikan dengan 100%, maka diperoleh hasil 28,45 %.
Jika diuraikan dengan menggunakan angka sebagai berikut :
1203/4228*100% = 28.45%
Perhitungan persentase kacang hijau yang terambil ini dilakukan sampai pengolahan ke-6 dengan menggunakan cara yang sama yaitu jumlah kacang hijau yang terambil dibagi dengan jumlah kacang hijau secara keseluruhan dikalikan dengan 100%.
Setelah mendapatkan hasil keseluruhan dari perhitungan di atas langkah selanjutnya adalah menghitung regresi linear sederhana dengan cara mencari nilai a dan b nya. Sehingga diperoleh nilai a = 3196 ,dan nilai b= - 367,4.
Setelah diperoleh nilai a dan b, maka langkah selanjutny aadalah mencari nilai x dengan cara mengumpamakan nilai y = 0, maka akan diperoleh hasil hitungan sebagai berikut :
y = 0
y = 3196 - 367,4 x 0 = 3196 - 367,4 x
367,4 x = 3196
x = 3196/ 367,4
x = 8,69
x = 8,69 dibulatkan menjadi 9
Berdasarkan regresi yang kami dapatkan, hal ini menunjukkan bahwa untuk membebaskan tanah darigulma jawan, pengolahan tanah perlu dilakukan sebanyak 9 kali untuk mendekati nilai nol (0)
Pengolahan tanah yang menyebabkan benih gulma mendekati nol tidak efisien, karena pengolahan tanah dilakukan sebanyak 9 kali padahal kita tidak mengetahui secara pasti apakah benih gulma telah mencapai nol atau bahkan tidak ada sama sekali benih gulma yang terdapat pada tanah tersebut jika pengolahan tanah dilakukan sampai ke- 9 kali. Gulma memiliki banyak alat perkembangbiakan baik secara generatif maupun vegetatif sehingga keberadaannya sulit sekali untuk dimusnahkan atau diberantas hanya dapat dikendalikan, sehingga untuk mencapai nilai nol tidak dapat mengandalkan pengolahan tanah di tempat itu saja, karena penyebaran gulma juga dapat dipengaruhi oleh hewan, angin, alat-alat pengolahan tanah dan melalui manusia.
Menurut pendapat saya, pengolahan tanah yang baik sebaiknya dilakukan 1-3 kali karena akan lebih menguntungkan dari segi ekonomi karena dapat menghemat biaya dan tenaga kerja. Selain itu dapat mengefisienkan penggunaan waktu. Meskipun pengolahan tanah yang dilakukan 1-3 tidak menjamin bahwa benih gulma tersebut mencapai nol namun benih gulma dapat terkendali dengan adanya pengolahan tanah karena bagian-bagian atau organ gulma dapat rusak karena pengolahan tanah yang dilakukan. Selain itu juga untuk apa dilakukan pengolahan tanah sampai berulang kali, jika tidak menjamin benih gulma tersebut mencapai nol. Jika tetap dilakukan pengolahan tanah yang begitu banyak dapat merugikan dan menghabiskan waktu.









0 komentar:
Posting Komentar
Please leave your comment and join this site :D 감사합니다. no spam please :DD