Senin, 03 Desember 2012

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN ASPARAGUS




TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN ASPARAGUS
(Tugas Makalah Produksi Tanaman Sayur)




Oleh

Kelompok 2

            Riza Aprianti            1014121159
            Roki Sugama            1014121161
            Rudianto Butar-Butar        1014121163
            Tety Maryenti            1014121179
            Windi Eka Pratiwi        1014121191




























I. PENDAHULUAN



1.1 Nilai Penting Komoditas

Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia yang didukung oleh kondisi geografis yang kondusif dan masyarakatnya
yang bersifat agraris. Berdasarkan asesmen Bank Indonesia terhadap perekonomian  2005, sektor pertanian memberikan andil positif terbesar ketiga
terhadap total pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor pertanian adalah sektor yang paling dominan. Meskipun disadari pentingnya sektor pertanian dalam perekonomian di Indonesia, sektor ini masih
dihadapkan oleh berbagai permasalahan dan tantangan yang cukup berat, beberapa diantaranya adalah pertumbuhan sektor pertanian yang lebih
kecil daripada laju pertumbuhan ekonomi , nilai tukar petani (NTP) yang semakin merosot, terjadinya penyusutan lahan pertanian, dan sebagainya.

Mencermati permasalahan tersebut, nampaknya perlu dilakukan suatu upaya penyusunan sebuah strategi terobosan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kinerja sektor pertanian sekaligus memperkecil ketertinggalan sektor pertanian dengan sektor lainnya. Salah satunya dengan
menetapkan prioritas pengembangan komoditas pertanian unggulan, yaitu komoditas pertanian yang memiliki potensi untuk dikembangkan, memiliki
prospek untuk diserap pasar lokal, nasional maupun internasional, dan yang memiliki nilai tambah tinggi.

Beberapa tanaman yang dikategorikan memiliki nilai tinggi (high value crops) adalah Broccoli, Asparagus, dan Bamboo Shoots (fresh and processed: canned, dried, vaccum packed, secondary products, etc).
Adapun peluang dari komoditas yang diteliti yaitu Asparagus masih perlu ditunjang dengan sarana dan prasarana, permodalan yang kuat dan kurang cocok bagi petani tradisional. Utamanya komoditas Asparagus yang secara geoekologinya kurang dimungkinkan untuk dikembangkan di Indonesia. Tekonologi tanam dan usaha tani jenis komoditas ini menjadi syarat utama lainnya bagi pengembangan di masa mendatang.


1.2 Syarat Tumbuh

Lahan yang cocok untuk pertanaman sayuran asparagus di daerah tropika adalah dataran tinggi dengan ketinggian 600 - 900 m dpl. Asparagus dapat tumbuh optimal pada suhu antara 15 - 25º C dengan curah hujan yang cukup banyak dan merata sepanjang tahun, yaitu berkisar antara 2 500 – 3 000 mm/tahun. Oleh karena itu, syarat utama lahan harus dataran tinggi, berhawa sejuk, dan dekat sumber air agar kebutuhan air di musim kemarau tercukupi. Areal dengan kondisi seperti di atas jarang ditemukan di Indonesia.

Asparagus dapat tumbuh pada tanah podsolik merah kuning, latosol, maupun andosol. Asparagus lebih menyukai tanah yang agak berpasir dan berlapisan tanah olah yang tebal. Asparagus tumbuh kurang baik pada tanah yang berdrainase buruk dan banyak liat. Sedangkan pH yang diinginkan adalah 6.0 - 6.8 karena asparagus tidak toleran terhadap tanah yang masam dan sebaiknya tanah mengandung banyak bahan organik.

Produksi dan masa hidup tanaman asparagus dapat diperpanjang jika tanaman memiliki periode dorman. Dormansi pada tanaman menyebabkan respirasi menjadi kecil sehingga terjadi penyimpanan karbohidrat yang akan tersedia bagi produksi rebung berikutnya. Ketika dorman, asparagus agak toleran terhadap ke-keringan. Pada wilayah sub temperate atau tropika, pertumbuhan cladophyl terjadi secara terus-menerus sehingga sulit untuk mengurangi respirasi. Pada kondisi ini, tanaman asparagus tidak dorman dan cadangan makanan relatif sedikit.

Masa hidup tanaman asparagus sehingga dapat memproduksi hasil panen yang menguntungkan tergantung dari perlakuan yang diberikan kepada tanaman tersebut. Tanaman asparagus yang dirawat dengan baik dapat memproduksi re-bung selama 15 - 20 tahun. Namun didalam praktek yang sudah dilakukan, umumnya tanaman asparagus diganti setiap 10 atau 15 tahun sekali.






























II. TEKNIK BUDIDAYA



2.1 Teknik Penyiapan Bahan Tanam

Sebelum penanaman, lahan yang akan ditanami asparagus dibajak dalam dan merata. Dibuat parit dengan kedalaman 15 – 20 cm. Untuk tempat tanam, jarak antar tanaman 40 – 50 cm dan jarak antar baris 1,25 – 1,5 m. Pada awal tanam tidak digunakan pupuk kimia, tetapi menggunakan pupuk kandang.

Asparagus merupakan tanaman yang ditanam secara tidak langsung (Indirect seedling) melalui persemaian. Dalam pembibitan dengan biji terdapat 6 tahap, yaitu :
2.1.1 Persemaian
    Dalam persemaian, perlu diperhatikan pemilihan lahan persemaian yaitu lahan yang berdrainase baik, bukan bekas lahan tanaman asparagus, tanahnya gembur, subur dan berpasir. Bedengan tempat persemaian dilakukan pengolahan tanah, diberi pupuk dasar dan Furadan 3G untuk menghindari hama. Bedengan dibuat dengan lebar 120 cm, tinggi 20 – 25 cm, lebar parit 40 cm dengan kedalaman 40 cm.

2.1.2 Perendaman benih
    Benih yang akan disemaikan sebelumnya direndam dalam air dingin pada suhu 27ºC selama 24-48 jam. Selama perendaman, air diganti 2 – 3 kali. Biji ynag mengambang pada saat perendaman dibuang.
   
2.1.3 Semai benih
    Benih disemai pada tanah dengan jarak tanam 15×10 cm, dengan kedalaman 2,5 cm, setiap 1 lubang ditanam 1 biji. Di atas permukaan tanah ditutup jerami atau sekam kemudian disiram secukupnya.
2.2 Penanaman

Bibit yang ditanam adalah bibit yang sudah berumur 5 – 6 bulan. Penanaman dilakukan pada pagi hari sekitar jam 9 atau pada sore hari sekitar jam 4.

Tanah yang telah memenuhi syarat untuk ditanami segera dibersihkan dari tanaman herba, kemudian diolah. Setelah siap, tanah diratakan kemudian dibuatkan alur atau parit. Dalamnya parit sekitar 30 cm dengan lebar antara 30-45 cm. Jarak antarparit sekitar 75-90 cm atau 105-110 cm.

Pemilihan biji dan persemaian, biji buah yang akan dijadikan benih berasal dari pohon induk yang cukup baik. Syarat untuk dapat menjadi induk adalah harus sehat, tumbuh normal, rebung berkualitas tinggi, dan sudah cukup tua, yaitu lebih dari dua tahun. Sebelum disemaikan, sebaiknya biji direndam dalam air selama 24 jam agar kulit pelindung benih yang keras menjadi lunak sehingga perkecambahan dipercepat. Akan lebih baik lagi bila air yang digunakan bersuhu 30°C dan waktu perendaman 84 jam. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen, air rendaman harus sering diganti, terutama ketika suhu air sudah jauh menurun. Guna menghasilkan persemaian yang bagus, benih dideder dalam sebuah bak. Keuntungan dari pendederan ini antara lain dapat berfungsi sebagai seleksi terhadap benih yang sekaligus memudahkan perawatan dibandingkan benih yang langsung disemai. Sebelum benih disemai, tanah diolah terlebih dahulu, digemburkan, lalu dicampur dengan pasir dan pupuk kandang (kompos) sebanyak 2-5 ton/ha. Setelah itu, tanah campuran dibuat bedengan berukuran panjang 5-10 meter dan lebarnya sekitar 1 meter. Jarak tanam persemaian antarbaris kira-kira 30 cm, sedangkan jarak tanam dalam baris sekitar 5-7,5 cm. Pinggiran petakan persemaian dapat diperkuat dengan bambu atau papan agar tanahnya tidak longsor bila terkena hujan.





2.3 Pemeliharaan
Dalam pemeliharaan tanaman asparagus adalah :
2.3.1 Pembumbunan
Apabila tunas sudah mulai tumbuh, dapat dilakukan pembumbunan. Pada musim hujan, parit diperdalam. Hal ini karena Asparagus tidak menyukai genangan.

2.3.2 Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan setelah induk tanaman membentuk 8 – 10 batang, selebihnya dipangkas. Setelah mendekati masa panen batang yang dipelihara cukup 3 – 5 batang. Pemangkasan juga dilakukan pada cabang dan batang yang terserang hama atau penyakit.

2.3.3 Pengairan dan drainase
Dilakukan dengan cara menggenangi parit (di-Lêb) setinggi setengah dari tinggi parit, ditunggu hingga air meresap sampai atas, kemudian sisa air dibuang.irigasi pada musim kemarau dilakukan tiap 1 minggu sekali.

2.3.4  Pemupukan susulan
Selain pupuk susulan biasa, setiap tahun juga dilakukan pemupukan berkala, yaitu pemupukan berat seperti saat pertama kali tanam. Pada saat tersebut tidak dilakukan panen selama 3 – 4 minggu (fase istirahat) dan dilakukan seleksi induk. Pupuk susulan dilakukan dengan cara membuat parit sepanjang barisan berjarak 20 cm dari tanaman, dalamnya parit 15 cm kemudian pupuk dicampur dan ditutup dengan tanah. Pupuk susulan kimia diberikan setiap bulan, sedangkan pupuk kandang diberikan setiap 3 bulan sekali. Pupuk susulan ke empat kembali lagi seperti pupuk I, dan seterusnya.
Pemupukan untuk 1000 m2 :
Jenis pupuk    Pupuk Dasar (kg)    Susulan I (kg)    Susulan II (kg)    Susulan III (kg)
Kandang    2000 – 3000    -    -    2000 – 3000
Urea    -    30    30    30
TSP    -    30    -    30
KCL    -    20    20    20
Sumber : Misi Teknik Prtanian Taiwan

2.3.5 Pengelolaan hama dan penyakit
Tanaman induk yang mati karena terkena hama atau penyakit dipotong dan diganti dengan cara membesarkan batang yang tumbuh normal. Hama yang sering dijumpai adalah ulat grayak dan ulat tanah yang menyerang selama periode transisi musim kemarau ke musim hujan, sedangkan penyakit yang menyerang dari golongan jamur. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara mekanik selama serangan belum terlalu berat. Aplikasi pestisida dilakukan jika serangan sudah cukup berat. Pestisida yang digunakan adalah pestisida organik (Daun Tembakau).






















III. PANEN DAN PENANGANAN PASCA PANEN



3.1 Panen dan Pasca Panen
a)     Kriteria panen
    Asparagus dapat dipanen rebungnya pada umur 4-5 bulan setelah transplanting. Asparagus hijau yang dipanen adalah setelah muncul diatas tanah dengan kondisi pucuk yang masih kuncup.

b)     Cara panen, interval, frekuensi
    Panen dilakukan dengan dua cara, yaitu mencabut dan memangkas atau memotong batang muda. Cara panen dengan memotong batang muda merupakan cara yang lebih baik, karena cara tersebut tidak merusak sistem perakaran tanaman yang dijadikan indukan. Jika panen pertama dilakukan pada umur 4 bulan setelah transplanting, maka penen kedua pada umur 5 bulan dengan interval panen 2 hari sekali, bulan keenam dan seterusnya dapat dipanen setiap hari.

    Pemanenan daun asparagus dapat dilakukan kapan saja diperlukan dengan cara memotong dahannya. Daun asparagus yang dipotong sebaiknya memiliki beberapa kriteria seperti :
   
    Daun tampak hijau tua
1. Pada daun tidak terdapat bunga dan buah, bebas dari hama dan   penyakit
2. Batang lurus, panjang batang lebih dari setengah panjang bagian berdaun serta memenuhi kriteria kelas tanaman, kuat dan segar.


Hasil panen asparagus bintang dibagi dalam tiga kelas tanaman yang terdiri atas :
• S (small) : panjang bagian berdaun 40-50 cm
• M (medium) : panjang bagian berdaun 50-60 cm
• L (large) : panjang bagian berdaun lebih dari 60 cm.
Untuk pengiriman asparagus, daun bisa dikemas dengan cara mengikat setiap 5-10 tangkai batang sesuai dengan kelasnya. Ikatan tanaman disimpan tegak dalam ember berisi air. Tinggi air dalam ember cukup 3 cm.
Perendaman tangkai dilakukan untuk mempertahankan kesegaran tanaman. Pada saat dikirim, tanaman dikemas dengan dibungkus kertas (koran bekas). Pembungkusan kertas bertujuan untuk melindungi tanaman dari kerusakan sekaligus untuk memudahkan dalam membawa tanaman karena asparagus bintang berduri tajam.




















IV. PEMBAHASAN

    4.1 Manfaat Asparagus
    Selain lezat diolah menjadi beragam masakan, asparagus juga mempunyai kandungan gizi yang sangat baik. Beragam mineral, kalsium, potassium, vitamin A, D juga E ada di dalamnya. Sayuran ini juga rendah kalori, baik dikonsumsi bagi Anda yang sedang menjalani terapi diet.
    Kandungan seratnya (dietary fiber) sangat tinggi, serat dalam asparagus mampu mengikat zat karsinogen penyebab kanker. Serat juga membantu lancarnya proses pencernaan tubuh sehingga Anda terbebas dari gangguan sembelit atau susah buang air besar. Beberapa lembaga ilmiah telah melakukan uji klinis terhadap asparagus. Terbukti sayuran ini mampu meningkatkan kesuburan pria. Kandungan asam amino asparagines merangsang ginjal membuang sisa metabolisme tubuh. Zat aktif lain dipercaya meningkatkan sirkulasi darah adn membantu melepaskan deposit lemak dalam dinding pembuluh darah. Sangat baik dikonsumsi bagi Anda yang berjerawat, penderita eksim, gangguan ginjal dan prostat.
Selain itu juga asparagus memiliki khasiat yang lain, yaitu :
1.    Asparagus yang biasanya direbus atau dibikin jus kaya kandungan gizi yaitu vitamin C, vitamin E, vitamin B6, kalsium, magnesium, seng, protein, vitamin A, vitamin K, tiamin, riboflavin, rutin, niasin, zat besi, fosfor, potassium, tembaga, mangan, dan selenium, serta kaya akan serat alami yang dapat melancarkan sistem pencernaan. Sayuran ini juga memiliki kandungan kalori yang rendah, tidak mengandung lemak atau kolesterol, dan memiliki kandungan sodium yang sedikit.
2.    Dalam asparagus juga banyak terkandung asam folat.
Asam folat dapat membantu memudahkan mendapatkan kehamilan. Selain itu, asam folat sangat berguna bagi ibu hamil dan janin, untuk melindungi cacat tabung saraf bada bayi. Terus mengkonsumsi asparagus setelah kelahiran juga akan memperlancar produksi air susu Ibu (ASI).
3.    Berkhasiat bagi kesehatan tubuh.
Khasiat asparagus bagi tubuh antara lain mampu memperbaiki sistem kardiovaskuler dengan memperkuat fungsi hati, memperbaiki aliran darah, dan memperkuat kapiler tubuh.
4.    Sayuran ini juga berkhasiat untuk mencegah penyakit radang sendi, baik untuk penderita artritis, melindungi pecahnya pembuluh darah, mampu perbaiki kinerja ginjal, dan usus karena sifat diuretiknya (mengeluarkan cairan yang tak berguna dari tubuh dalam bentuk air seni). Dengan kata lain akibat efek diuretik ini akan membuat saluran urin menjadi lebih lancar dan mampu menghilangkan kristal ginjal. Namun jangan heran bila setelah mengkonsumsi asparagus, urin Anda agak sedikit berbau tajam seperti sehabis memakan petai.
5.    Asparagus dapat mencegah kram selama menstruasi.
6.    Asparagus memiliki antioksidan sehingga mencegah efek-efek penuaan.
7.    Asparagus mampu menaikkan libido dan memberikan rasa nyaman.
8.    Asparagus membantu dalam treatmen penyakit HIV.
9.    Asparagus membantu mencegah multiple sclerosis.
10.    Asparagus membantu mencegah penyakit kudis.
11.    Asparagus juga bagus untuk mata karena dapat mencegah katarak.
12.    Makan asparagus juga mampu menutrisi rambut untuk mencegah rambut rontok.
13.    Asparagus juga dapat menangkal kanker, khususnya kanker paru. Kandungan agen anti kanker di dalamnya mampu menyusutkan tumor, dan meningkatkan produksi sel darah putih.








ANALISIS USAHA

STRUKTUR PENERIMAAN USAHATANI

Penerimaan usaha tani adalah perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual. Pernyataan ini dapat dituliskan sebagai berikut:
(1) TRi ¬= Yi . Pyi

Yaitu: TR = Total Penerimaan
Y = Produksi yang diperoleh dalah usahatani i
Py = Harga Y
Bila macam tanaman ang diusahakan adalah lebih dari satu, maka rumus (1) menjadi
n
(2) TR = ∑ Y.Py
i = 1
yaitu n = jumlah macam tanaman yang diusahakan

oleh karena itu dalam menghitung total penerimaan usahatani perlu dipisahkan: (a) Analisis parsial usahatani, dan (b) Analisis keseluruhan usaha tani.
Jadi kalau sebidang lahan ditanami 3 tanaman secara monokultur (misalnya tanaman padi, jagung, dan ketela pohon), dan bila tamanan yang akan diteliti adalah satu macam tanaman saja, maka analisis seperti ini disebut analisis parsial. Sebaliknya kalau ketiga-tiganya seperti ini disebut analisis keseluruhan usahatani (wholefarm analysis)

Dalam menghitung penerimaan usaha tani, beberapa hal perlu diperhatikan:
- Pertama, hati-hati dalam menghitung produksi pertanian, karena tidak semua produksi pertanian itu dapat dipanen secara serentak, contoh:
 Menghitug produksi padi per ha sangat mudah karena proses panennya serentak
 Menghitung produksi asparagus relative sulit karena selama proses produksi, asparagus tersebur dipanen beberapa kali
- Kedua, hati-hati dalam menghitung penerimaan karena:
 Produksi mungkin dijual beberapa kali, sehingga diperlukan data frekuensi penjualan
 Produksi mungkin dijual beberapa kali pada harga jual berbeda-beda
- Ketiga, bila penelitian usahatani ini menggunakan responden petani, maka diperlukan teknik wawancara yang baik untuk membantu petani mengingat kembali produksi dan hasil penjualan yang diperolehnya selama setahun terakhir. Pemilihan waktu setahun terakhir biasanya sering dipakai oleh para peneliti untuk memudahkan perhitungan.

1. STURKTUR BIAYA USAHATANI

Biaya usahatani biasanya diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: (a) biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap (variable cost). Biaya tetap ini umumnya didefinisikan sebagai biaya yang relative tetap jumlahnya, dan terus dikeluarkan walaupun produksi yang diperoleh banyak atau sedikit. Jadi besarnya biaya tetap ini tidak tergantung pada besar-kecilnya produksi yang diperoleh. Biaya tetap ini beragam, dan kadang-kadang tergantung dati peneliti apakah mau memberlakukan variable itu sebagai biaya tetao antara lain sewa tanah, pajak, alat pertanian, dan iuran irigasi.
Di sisi lain biaya tidak tetap atau biaya variabel biasanya didefinisikan sebagai biaya yang besar kecilnya dipengarhi oleh produksi yang diperoleh. Contohnya biaya untuk sarana produksi. Kalau menginginkan produksi yang tinggi, maka tenaga kerja perlu ditambah, pupuk juga perlu ditambah dan sebagainya, sehingga biaya ini sifatnya berubah-ubah tergantung dari besar-kecilnya produksi yang diinginkan.

Cara menghitung biaya tetap adalah:
n
(3) FC = ∑ XiPxi
i = 1
keterangan:
FC = biaya tetap
Xi = jumlah fisik dari input yang embentuk biaya tetap
PXi = harga input; dan
n = macam input

bila besarnya biaya tetap ini tidak dapat dihitung dengan rumus (3) maka sekaligus ditetpkan nilainya saja. Misalnya pajak irigasi yang harus dibayar. Karena tidak diketahui beraoa liter air yang dipakai untuk girigasi, maka untuk mengitung biaya tetap, diperhitungkan langsung berapa rupiah yang dibayarkan untuk biaya irigasi tersebut. Kadang-kadang biaya tetap ini berubah atau diperlakukan sebagai biaya variabel bila angka penyusutan (alat-alat pertanian misalnya) dihitung.

Rumus (3) juga dapat dipakai untuk menghitung biaya variabel. Karena total biaya (TC) adalah jumlah dari biaya Tetap (FC) dan biaya tidak tetap (VC), maka:

(4) TC = FC + VC

Kesulitan dalam menghitung biaya usaha tani biasanya timbul bila tanaman yang diusahakan itu lebih dari satu macam tanaman.dalam analisis usaha tani, sering dilakukan dengan dua cara, yaitu : (a) analisis financial, (b) analisis ekonomi.
Dalam analisis finansial, data biaya yang diapakai adalah data riil yang sebenarnya dikeluarkan. Misalnya umlah tenaga kerja yang dipakai 100 HKSP (Hari Kerja Setara Pria) dengan upah Rp. 3.000/hari, maka biaya tenaga kerja adalah 100 x Rp. 3.000 = Rp. 300.000. bila diantara 100 HKSP tersebut, 25 HKSP diantaranya adalah tenaga kerja dalam keluarga, maka nilai upah yang dihitung hanya upah tenaga kerja yang menyewa sebesar 75 HKSP tersebut.

Dalam analisis ekonomi, data upah yang dipakai adalah upah menurut ukuran harga bayangan (shadow price).

2. STRUKTUR PENDAPATAN USAHA TANI

Pendapatan usahatani adalah selisih antara penerimaan dan biaya, jadi:

(5) Pd = TR – TC

Keterangan :
Pd = Pendapatan Usahatani
TR = Total Penerimaan
TC = Total Biaya
Dalam banyak hal jumlah TC ini selalu lebih besar bila analisis ekonomi yang dipakai, dan selalu lebih kecil bila analisis finansial yang dipakai. Oleh karena itu, setiap kali melakukan analisis, perlu disebutkan analisis apa yang digunakan.
Untuk menggali data yang dipergunakan untuk keperluan analisis cash-flow, maka seperangkat pertanyaan diajukan dan disusun, meliputi 5 komponen yaitu: (1) Pengenalan Tempat (2) Keterangan Pencacahan (3) Produksi (4) Biaya atau pengeluaran usahatani, dan (5) Keterangan Umum












KESIMPULAN

1.    Asparagus merupakan salah satu jenis sayuran yang dikonsumsi bagian batang muda atau tunasnya.
2.    Asparagus yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dunia terdiri dari dua jenis, yaitu Asparagus putih dan Asparagus hijau. Asparagus putih dibudidayakan di dataran tinggi dan tidak banyak dijumpai di Indonesia.
3.    Budidaya Asparagus tidak membutuhkan banyak perlakuan yang membutuhkan banyak biaya. Budidaya asparagus meliputi persiapan lahan, persiapan bibit, pemeliharaan, panen dan pasca panen.
4.     Sayuran ini termasuk jenis sayuran mahal yang biasanya hanya tersedia di restoran dan hotel. Oleh karena itu, sayuran ini kurang begitu dikenal di kalangan masyarakat menengah ke bawah.
5.    Prospek pengembangan Asparagus ini cukup baik karena sayuran ini banyak diminati oleh masyarakat luar negeri sehingga ekspor komoditas asparagus dapat meningkatkan devisa negara serta memberikan keuntungan bagi petani.










DAFTAR PUSTAKA

                                             
http://www.ohioonline.ag.ohio-state.edu [ 9 Februari 200
http://www.iptek.net.id/asparagus.html [11 Februari 2009
 http://masdikablog.blogspot.com [9 Februari 2009]
                                                

 http://www.darfu4b.da.gov.ph/pdffilesdata/Asparagus.pdf [20 Februari
5
 http://www.ebookkeluarga.com/asparagus [9 Februari 2009 ]
6
 http://www.ebookkeluarga.com/asparagus [ 9 Februari 2009]

0 komentar:

Posting Komentar

Please leave your comment and join this site :D 감사합니다. no spam please :DD