Jumat, 05 Juli 2013

UJI PENULARAN PATOGEN




UJI PENULARAN PATOGEN
(Laporan Praktikum Penyakit Penting Tanaman)







Oleh

Kelompok 3
Tety Maryenti
1014121179














PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2013



I.    PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang

Dari seluruh mikroorganisme yang ada di alam, pada dasarnya hanya sebagian kecil saja yang merupakan patogen. Patogen adalah organism atau mikroorganisme yang menyebabkan penyakit pada organism lain. Patogenitas adalah kemampuan mikroba untuk menyebabkan suatu penyakit pada organisme inang. Dan patogenesis disini adalah mekanisme infeksi dan mekanisme perkembangan penyakit. Infeksi adalah invasi inang oleh mikroba yang memperbanyak dan berasosiasi dengan jaringan inang. Infeksi berbeda dengan penyakit.

Mikroba mengekspresikan patogenitasnya melalui virulensi, sebuah istilah yang mengacu pada tingkat patogenitas mikroba. Tingkat virulensi berbanding lurus dengan kemampuan organisme menyebabkan penyakit. Tingkat virulensi dipengaruhi oleh jumlah bakteri, jalur masuk ke tubuh inang, mekanisme pertahanan inang, dan faktor virulensi bakteri. Secara eksperimental virulensi diukur dengan menentukan jumlah bakteri yang menyebabkan kematian, sakit, atau lesi dalam waktu yang ditentukan setelah introduksi. Keberadaan mikroorganisme pathogen dalam tubuh adalah akibat dari berfungsinya faktor virulensi mikroorganisme, dosis ( jumlah ) mikroorganisme, dan faktor resistensi tubuh inang. Mikroorganisme pathogen memperoleh akses memasuki tubuh inang melalui perlekatan pada permukaan mukosa inang.

Patogenitas meliputi toksigenitas dan daya invasi. Toksigenitas kemampuan mikroorganisme menghasilkan toksin yang memberi kontribusi pada terjadinya penyakit. Toksin yang dihasikan oleh bakteri secara umum digolongkan menjadi dua kelompok eksotoksin dan endotoksin.

Patogen tular tanah (soil born) adalah salah satu patogen penyebab penyakit tanaman. Patogen ini dapat menyerang lebih dari satu macam tanaman dan menimbulkan masalah serius dalam budidaya tanaman ekonomi penting terutama di daerah tropis dan subtropis. Salah satunya adalah resiko kerusakan tanaman dan kehilangan hasil yang cukup tinggi yang menyebabkan kerugian ekonomi di bidang pertanian.

Patogen penular tanah termasuk beberapa bakteri dan cendawan yang dapat hidup dan berdiam dalam tanah dan sisa-sisa tanaman untuk jangka waktu yang pendek ataupun panjang. Patogen  tular tanah menyerang tanaman melalui penetrasi akar yang dapat menyebabkan tanaman inang menjadi mati, dan patogen dapat berpindah kesetiap bagian tanaman yang lain. Praktikum ini kali ini dilaksanakan untuk melakukan uji penularan pathogen terhadap benih tanaman yang telah diberikan fungisida dan tidak.


1.2  Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
1.    Untuk mengetahui waktu penularan patogen
2.    Untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan tanaman pada media yang terdapat sklerotia.
3.    Agar mahasiswa mengetahui cara uji penularan pathogen pada cawan









II.  METODOLOGI PERCOBAAN


2.1  Alat dan Bahan

Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah pisau, gelas minuman (aqua), cawan petri, label, nampan dan alat tulis.  Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah benih jagung, benih kedelai, dan tanah.


2.2  Cara Kerja

Adapun cara kerja dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
a.    Uji penularan pada tanaman
1.    Disiapkan media tanam (tanah) yang menngandung sklerotia
2.    Benih kedelai dibagi menjadi 2 bagian, satu direndam fungisida yang lain tidak.
3.    Benih jagung direndam fungisida
4.    benih tersebut ditanam di masing-masing media
5.    Diamati perkembangan dan pertumbuhannya

b.    Uji penularan pada cawan
1.    Disediakan cawan agar beserta tanah
2.    Tanah tersebut diberi jamur yang telah ditumbuhkan pada media agar .
3.    Diamati pertumbuhannya




III. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


3.1    Hasil Pengamatan
   
Uji penularan pada cawan agar
Pengamatan ke    Cawan tanah    Cawan agar

1   


   


2        

3   
    


4        



Uji penularan pada tanaman Jagung dan Kedelai
Pengamatan ke    Kelompok
123    Kelompok
456    Kelompok
789
1        
.   
2   
   
.   

3   
   
.   

4        
   


3.2 Pembahasan

Terdapat dua topik yang dilaksanakan pada praktikum ini yaitu uji penularan di cawan agar dan uji penulran pada tanaman jagung dan kedelai. Perlakuan yang dikerjakan dilakukan berbeda agar dapat membandingkan jumlah jamur yang tumbuh pada media.
Pada perlakuan cawan agar jamur lebih banyak tumbuh di bandingkan dengan dengan perlakuan pada cawan tanah. Hal ini terjadi karena pada media agar lebih banyak nutrisi yang merupakan sumber energi bagi jamur dan beberapa faktor lain yang mendukung yang dapat menyebabkan jamur pada media cawan agar lebih banyak berkembang dan lebih cepat menyebar pada media cawan agar, sedangkan pada media tanah jamur lebih lambat menyebar pada media tanah.
Pada praktikum uji penularan ini, semua benih tumbuh tetapi pertumbuhan tidak baik. Batang memanjang dan tidak kokoh. Benih kedelai yang tanpa direndam fungisida tumbuh lebih dulu, benih kedelai yang direndam fungisida sudah mau tumbuh terlihat dengan adanya plumula, sedangkan padaa jagung juga tumbuh semua tetapi pertumbuhan setiap perlakuan tidak seragam.

Jamur adalah organisme yang relatif kecil, biasanya mikroskopik, umumnya berbentuk filamen tabung, eukariotik, heterotrofik dan umumnya berproduksi dengan spora. Jamur bersifat heterotrofik karena jamur mengonsumsi bahan organik dan tidak memiliki zat hijau daun.

Jamur dapat hidup secara parasit, saprofit dan simbion. Parasit yaitu menyerap nutrisi dari inang yang ditumpanginya. Saprofit adalah jamur yang dapat hidup pada bahan organik yang mati. Sementara simbion adalah sifat jamur yang bersimbiosis dengan sel yang lain yang mana bisa menguntungkan ataupun merugikan. Tubuh jamur sendiri terdiri dari talus yaitu tidak memiliki organ tubuh. Jamur bersifat kosmopolitan yaitu dapat hidup dimana-mana. Persyaratan umum untuk pertumbuhan jamur yaitu terdapat bahan organic sebagai sumber nutrisi bagi jamur dan kelembapan nisbi lebih dari 19% dengan suhu antara 10-30 derajat celcius.

Dalam kasus penyakit soilborne, patogen dapat tetap berada di tanah untuk waktu yang lama. Kondisi lingkungan dapat sangat bervariasi. Beberapa patogen menyukai kondisi lembab, beberapa seperti pH tertentu tanah meningkat dan lain-lain. Sementara beberapa patogen jangka pendek, muncul ketika dalam kondisi yang tepat, yang lain secara alami ditemukan di dalam tanah dan bertahan selama bertahun-tahun. Ketika tanaman favorit mereka tidak tersedia, mereka mungkin beralih ke alternatif. Itu sebabnya membersihkan semua sisa-sisa tanaman dari kebun Anda pada akhir musim dianjurkan.

Banyak penyakit tanaman memiliki gejala yang sama, seperti menguning daun atau bintik-bintik gelap. Hal ini penting untuk mencoba dan menemukan tanda-tanda dari patogen yang sebenarnya, tetapi ini biasanya tidak terlihat tanpa pembesaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur tiram antara lain faktor derajat keasaman (pH), faktor suhu, faktor intensitas cahaya, serta faktor kelembapan

Masa inkubasi adalah waktu antara masuknya organisme patogen, bahan kimia atau radiasi, sampai tanda-tanda dan gejala awal penyakit muncul. Pada suatu jenis penyakit menular, masa inkubasi menandakan periode yang dibutuhkan oleh organisme menggandakan diri mencapai ambang batas yang diperlukan untuk menghasilkan gejala di host. Masa inkubasi dihitung dari dimulainya pengamatan. Tujuan dari inkubasi adalah agar mengetahui berapa lama waktu pathogen dapat menginfeksi tanaman yang sehat, sehingga dapat mengetahui cepat atau tidaknya infeksi pathogen ke tanaman dan dapat mengetahui cara pengendaliannya atau pencegahannya.

























IV. KESIMPULAN


Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan praktikum ini adalah :
1.    Uji penularan dilakukan untuk membandingkan jumlah jamur yang tumbuh diantara perlakuan yang diberikan
2.    Jamur lebih banyak tumbuh pada cawan agar dibandingkan dengan cawan tanah karena nutrisi di cawan agar lebih baik dibandingkan di cawan tanah
3.    Ukuran hifa pada perlakuan cawan agar lebih lebar dan seperti kapas
4.    Masa inkubasi adalah waktu ketika dimulainya infeksi sampai tanaman menimbulkan gejala


















DAFTAR PUSTAKA


Pelczar, M. J. 1986. Chan Eement of Microbiology. Edisi 1.Penerjemah Ratna sri Hadioetomo et. al. UI Press. McGraw-Hill book company. [diunduh tanggal 2 Juni 2013.

Semangun, Haryono. 2007. Penyakit- Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Edisi Kedua. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Semangun, H. 1996. PengantarIlmuPenyakitTumbuhan. GadjahMada
University Press, Yogyakarta.

Tjahjadi, Nur. 1989. PenyakitTanaman. Palembang: Kanisius

Triharso. 1996. Dasar-DasarPerlindunganTanaman. GadjahMada
UniversityPress, Yogyakarta.













LAMPIRAN

NB : TOLONG COMMENT DAN JOIN SITE INI YAAAAAAAA :D ARIGATOU

0 komentar:

Posting Komentar

Please leave your comment and join this site :D 감사합니다. no spam please :DD