STERILISASI
(Laporan Praktikum Mikrobiologi Pertanian)
Oleh
Tety Maryenti
1014121179
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2010
________________________________________________________________________
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sterilisasi adalah istilah mengacu pada setiap proses yang menghilangkan (menghapus) atau membunuh semua bentuk kehidupan, termasuk agen menular (seperti jamur , bakteri , virus , bentuk spora, dll) hadir pada permukaan , yang terkandung dalam cairan, dalam pengobatan, atau dalam senyawa seperti media kultur biologis. Sterilisasi dapat dicapai dengan menggunakan kombinasi yang tepat dari panas, bahan kimia, iradiasi, tekanan tinggi, dan filtrasi. Terdapat 3 macam sterilisasi yaitu secara mekanik, fisik, maupun kimia.
Dalam laboratorium, hal utama yang harus diperhatikan setiap orang adalah bekerja secara aseptik. Peralatan dan juga bahan yang digunakan dalam laboratorium mikrobiologi harus dalam keadaan steril atau tidak terkontaminasi dengan virus, bakteri, dan mikrobiologi. Untuk mensterilkannya, dibutuhkan pengetahuan tentang teknik-teknik sterilisasi, karena peralatan dalam laboratorium memiliki teknik sterilisasi yang berbeda-beda.Oleh karena itu, tentu diperlukan pula pengenalan akan alat-alat laboratorium mikrobiologi serta teknik / cara penggunaan alat-alat yang berhubungan dengan penelitian tersebut .Hal ini dilakukan untuk memudahkan berlangsungnya suatu penelitian.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:
- Melatih mahasiswa bekerja di dalam laboratorium secara aseptik
- Melatih mahasiswa untuk mensterilkan meja kerja
3. Melatih mahasiswa untuk menuangkan suatu media
4. Memahami prinsip kerja dan fungsi dari alat sterilisasi
5. Menggambar masing-masing alat yang digunakan
_______________________________________________________________________
II. TINJAUAN PUSTAKA
Sterilisasi adalah istilah mengacu pada setiap proses yang menghilangkan (menghapus) atau membunuh semua bentuk kehidupan, termasuk agen menular (seperti jamur , bakteri , virus , bentuk spora, dll) hadir pada permukaan , yang terkandung dalam cairan, dalam pengobatan, atau dalam senyawa seperti media kultur biologis. Sterilisasi dapat dicapai dengan menggunakan kombinasi yang tepat dari panas , bahan kimia , iradiasi , tekanan tinggi , dan filtrasi. (Wikipedia Bahasa Indonesia 2008)
Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang mikroorganisme tersebut yang disebut dengan mikrobiologi. Para peniliti mulai mencari tahu akan apa yang terkandung pada mikroorganisme.Dalam bidang penelitian mikroorganisme ini, tentunya menggunakan teknik atau cara- cara khusus untuk mempelajarinya serta untuk bekerja pada skala laboratorium untuk meneliti mikroorganisme ini baik sifat dan karakteristiknya, tentu diperlukan pula pengenalan akan alat-alat laboratorium mikrobiologi serta teknik / cara penggunaan alat-alat yang berhubungan dengan penelitian tersebut .Hal ini dilakukan untuk memudahkan berlangsungkan suatu penelitian. (Wikipedia Bahasa Indonesia 2009)
_________________________________________________________
III. METODE PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan
Adapun peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah laminar air flow, cawan petri, labu erlenmeyer, lampu bunsen, oven, alcohol semprot, alumunim foil, kertas koran/ HVS bekas, PDA (Potato Dextrose Agar), dan tissue
3. 2 Prosedur Kerja
1. Mahasiswa diberikan penjelasan dan peragaan tentang langkah-langkah bekerja secara aseptik.
2 Mahasiswa diberikan kesempatan mencoba setiap langkah yang sudah diajarkan, antara lain :
a. Cara mensterilkan meja kerja
b. Cara menuangkan media dari tabung reaksi ke dalam cawan petri
c. Cara menuangkan media labu Erlenmeyer ke cawan petri
d. Cara memindahkan biakan dari tabung reaksi ke tabung reaksi atau cawan petri
e. Cara memindahkan biakan dari cawan petri ke tabung reaksi atau cawan petri
f. Cara memindahkan larutan dengan menggunakan pipet (pipetting)
____________________________________________________________
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4 4.1 Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan yang didapatkan pada percobaan ini adalah
No
|
Gambar Alat
|
Fungsi Alat
|
1
|
Laminar air flow berfungsi sebagai tempat bekerja secara aseptis dan steril, karena mempunyai pola pengaturan dan penyaringan aliran udara sehingga aseptis dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan.
| |
2
|
Cawan Petri berfungsi sebagai wadah/media untuk pertumbuhan suatu mikroorganisme
| |
3
|
Labu Erlenmeyer berfungsi sebagai penampung larutan kimia atau larutan yang dijadikan stock medium
| |
4
|
Lampu Bunsen berfungsi untuk menciptakan kondisi yang steril atau memanaskan larutan
| |
5
|
Oven berfungsi untuk mensterilkan alat- alat gelas yang tahan terhadap panas. Digunakan pada sterilisasi udara kering dengan membebaskan alat- alat dari segala macam kehidupan (mikroba) tanpa kelembaban
| |
6
|
Alcohol semprot berfungsi untuk mesterilkan tangan dan meja kerja
| |
7
|
Alumunim foil berfungsi untuk
| |
8
|
Kertas koran/ HVS bekas berfungi untuk
| |
9
|
PDA (Potato Dextrose Agar) berfungsi untuk
| |
10
|
Tissue berfungsi untuk membersihkan alcohol di meja kerja
|
4.2 Pembahasan
Sterilisasi terdiri dari 3 macam yaitu secara mekanik , fisik, dan kimia. Dalam praktikum kali ini, dilakukan sterilisasi secara fisik saja, yang menggunakan alat sterilisasi yaitu laminar air flow, lampu Bunsen, cawan Petri, dan oven.
Hal yang dilakukan dalam praktikum ini adalah :
- Mensterilkan meja kerja
- Menuangkan media
Terdapat langkah-langkah dalam mesterilkan meja kerja yaitu :
1.Menyemprotkan alcohol di meja kerja
- kemudian di lap menggunakan tissue
Terdapat langkah-langkah dalam menuangkan media yaitu :
- Menyemprotkan alcohol ke tangan agar steril.
- Menyalakan Bunsen yang berfungsi mematikan mikroorganisme di udara agar mikroorganisme tidak masuk kedalam media.
3. Menyiapkan cawan Petri yang sudah dalam keadaan steril.
Cara mensterilkan cawan Petri :
- Cawan Petri disusun terlebih dahulu
- Kemudian ditutup atau dibungkus dengan koran
3. Lalu dibungkus dengan alumunium foil atau plastic tahan panas
4. Kemudian masukkan ke oven
Langkah ketika lat sterilisasi berada di dalam laminar air flow :
- Buka cawan Petri sedikit
- Kemudian bawa ke dekat lampu Bunsen
3. Tuang PDA yang merupakan media
4. Kemudian taruh di dekat api, agar meminimalisir kontaminasi
- Ketika cawan Petri dalam keadaan pans, janganlah segera ditutup, karena ditakutkan uap air menetes ke media PDA (Potato Dextrose Agar)
___________________________________________________________
V. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil pengamatan yang telah dilakukan adalah :
- Setiap alat memiliki fungsi masing masing dalam sterilisasi.
- Laminar air flow dan lampu Bunsen merupakan bagian alat sterilisasi secara fisik
- Ketika bekerja di laboratorium haruslah dengan steril atau aseptic, sehingga hasil yang kita inginkan akan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Anonym, 2008 , http://wikipediabahasaindonesia/.htm .diakses pada tanggal 04 Maret 2011, 19.45, Bandar Lampung.
Anonym, 2009, http// wikipediabahasaindonesia/.htm . diakses pada tanggal 04 maret 2009, 19.50, Bandar Lampung.
tolong dikasih komen ya kawan :D untuk memperbaiki blog ini :D gomawoyo :D











ada laporan fisika gak kak ? buat referensi . saya agt'13
BalasHapus